SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA GAYAM KECAMATAN KENDAL

Artikel

Gerakan Pengendalian Hama Tikus Untuk Amankan Produksi Padi Kelurahan Gayam Kendal

08 Desember 2022 08:59:28  Administrator  440 Kali Dibaca  Berita Desa

Akhir - akhir ini serangan hama tikus merajalela di berbagai daerah, sehingga membuat para petani menjadi gelisah. Serangan hama tikus ini diakibatkan karena terjadi ledakan populasi tikus yang tidak terkendali. Ledakan populasi tikus adalah bukti nyata bahwa hewan pemangsa tikus telah berada pada posisi langka, contohnya hewan ular dan burung hantu yang makin sulit ditemukan di areal lahan pertanian. Kelangkaan musuh alami (predator) tikus tersebut disebabkan oleh kebiasaan (perilaku) masyarakat kita yang gemar atau iseng membunuh dan memburu ular dan burung hantu tersebut untuk dijadikan peliharaan atau bahkan makanan.

Mencermati dampak resiko yang diakibatkan ledakan populasi hama tikus bagi petani, maka pada tanggal 21 november 2022 kelurahan desa Gayam beserta kelompok tani dan perwakilan perangkat desa Gayam , perlu adanya upaya pengendalian secara terpadu dan berkesinambungan. Adapun pengendaliannya yaitu meliputi beberapa metode; yaitu metode mekanis meliputi pendekatan kuratif dan antisipasif yaitu meminimalisir berkembangbiaknya hama tikus, maka perlu dilakukan sanitasi lingkungan areal lahan pertanian supaya tidak digunakan sebagai sarang tikus. Sedangkan tindakan kuratif perlu dilakukan gerakan pengendalian (gerdal) massal yaitu dengan gropyokan dan pemasangan perangkap – perangkap.

mengadakan kegiatan pembasmi tikus. Metode budidaya atau bercocok tanam yaitu dengan melakukan serentak pada suatu hamparan areal pertanian, cara ini bertujuan membatasi dan menghentikan siklus tersedianya sumber makanan yang dibutuhkan oleh hama tikus untuk berkembangbiak. Metode kimiawi yaitu menggunakan fumigasi dan racun pestisida dengan jenis rodentisida, biasanya cara ini terpaksa dilakukan bilamana ledakan populasi hama tikus sudah sangat luar biasa.

Metode secara hayati yaitu dengan memanfaatkan musuh alami dengan tujuan menurunkan dan mengendalikan populasi organime pengganggu tanaman (OPT). Musuh alami bisa berupa parasitoid, pathogen, predator dll, terkait hama tikus ini bisa dikendalikan dengan pengembangbiakan predator yaitu ular dan burung hantu (Tyto Alba) pada umumnya.

Musim hujan sudah mulai datang, petani saatnya segera bercocok tanam. Panen dengan hasil maksimal adalah harapan dan impian para petani. Tetapi kadang semua itu terganggu oleh serangan organisme pengganggu tanaman, khususnya hama tikus. Mengingat saat ini di kabupaten Ngawi populasi hama tikus meningkat tinggi khususnya di kecamatan Kendal. Untuk itu pengendalian sejak dini khususnya hama tikus sawah, BPP dan Kelompok tani Kelurahan Kedungsoko Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung bergiliran mengadakan gerakan pengendalian hama tikus dengan cara pemasangan umpan beracun. Pemberian umpan beracun dilakukan mengingat saat ini di areal sawah dalam kondisi bero, sehingga tikus akan memakan umpan yang disediakan petani.

Rodentisida yang digunakan adalah antikoagulan berbentuk tepung berwarna biru untuk mengendalikan tikus (Rattus argentiventer) dan (Rattus tiomanicus) dengan cara di campur dengan umpan. Bahan aktif : Kumatetralil 0,75%. Racun berbentuk powder ini memiliki kemampuan membunuh tikus lebih lambat. Tikus akan mati dilokasi yang jauh dari umpan sehingga tikus lain tidak dapat mengidentifikasi bahaya rodentisida yang mengancam mereka. Anda mungkin tidak melihat tikus mati sampai 1 – 2 hari setelah aplikasi, tetapi efeknya jauh lebih besar, dengan Racun Bahan aktif  Kumatetralil, lebih banyak tikus yang memakan umpan dan lebih banyak yang mati pada akhirnya, sehingga pengendalian populasi tikus lebih baik dan tingkat kerusakan tanaman akan jauh lebih rendah.  

Cara membuat umpan : Campurkan 2 kg ( +-10 gelas ) bahan umpan ( beras, jagung, kedelai ) dengan 20 ml (3 sendok) minyak goreng, aduk hingga rata. Kemudian campurkan 100 g Racun Bahan aktif  Kumatetralil 0,75 TP dan aduk lagi hingga warna biru merata. Isilah tempat umpan dengan 100 g umpan yang telah di campur dengan racun, letakkan umpan dengan jarak masing masing +- 50 meter. di tempat yang biasa di lalui tikus. Pemasangan umpan harus terus menerus sampai umpan tidak di makan lagi, ganti atau tambahlah bila umpan rusak atau habis. Lindungi umpan dari air / hujan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi populasi hama tikus di wilayah kelompok tani keluarahan Gayam sehingga tanaman padi aman dari serangan hama tikus hingga panen dan mampu berproduksi secara optimal. 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

29 Juli 2013 | 173 Kali
Profil Masyarakat Desa
24 Agustus 2016 | 323 Kali
Data Desa
20 April 2014 | 157 Kali
Undang Undang
24 Agustus 2016 | 283 Kali
Pemerintah Desa
20 April 2014 | 156 Kali
Panduan
08 Desember 2022 | 227 Kali
Penyaluran Kedua Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM) Kelurahan Gayam Kendal
20 April 2014 | 159 Kali
Peraturan Pemerintah

 Agenda

 Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : JL. Raya Ngrayudan - Gayam
Desa : Gayam
Kecamatan : Kendal
Kabupaten : Ngawi
Kodepos : 83355
Telepon :
Email :

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:11
    Kemarin:82
    Total Pengunjung:29.639
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:34.236.191.0
    Browser:Tidak ditemukan